Senin, 10 Mei 2010

definisi cita cita

Biasanya pertanyaan ” Apa cita-citamu?” ditanyakan kepada anak- anak, murid SD, SMP, SMA, karena mereka masih menempuh pendidikan umum, dan perlu disadarkan “mau menjadi apa nanti” agar mereka bisa melakukan persiapan- persiapan . Pertanyaan itu jarang ditujukan kepada mahasiswa, karena mahasiswa sedang menempuh pendidikan di jurusan yang dipilihnya dalam rangka meraih cita- cita. Tapi pertanyaan itu tak pernah ditujukan kepada karyawan, orang kantoran atau pebisnis. Mungkin karena mereka dianggap sudah berhasil meraih cita- citanya, atau paling- paling yang ditanyakan adalah ” apa cita-citamu dulu?”. Rasanya lucu menanyakan cita- cita pada orang yang sudah punya karier, bahkan sudah sukses dalam kariernya. Entah itu sesuai atau tidak dengan cita- cita awal mereka di masa lalu. Berapa banyak sih orang yang berhasil meraih cita- citanya?
Seharusnya cita- cita itu bukan hanya milik orang- orang muda. Apa salahnya orang tua punya cita- cita? Apa salahnya seorang engineer, manager, direktur atau pedagang punya cita- cita ? Mau jadi apa aku? Pertanyaan itu masih pantas diajukan orang- orang yang sudah menempuh separuh perjalanan usianya. Tentu saja mungkin cita- cita itu akan sangat berbeda dengan cita- cita sewaktu kita baru saja menapak usia awal, tapi cita- cita adalah tujuan. Dan kita butuh tujuan agar hidup selalu bermakna. Dan tak pernah ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru. Jika ada yang menanyakan apa cita- citaku, aku masih bisa menjawabnya.
Karena aku masih punya angan- angan, ….masih punya cita- cita …

Sumber : http://umum.kompasiana.com/2010/05/03/cita-cita/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar